pernah ga sih terbentur sama standar kerja tidak baku dan tidak dituangkan dalam peraturan perusahaan yang dibuat oleh spesifik pegawai tertentu?
kesel dan ndumel dan koq enak aja.
dari sisinya mereka ingin membatasi waktu kerja sesuai standard karena kalau pekerjaan baru diterima sampai last minit waktu kerja its mean harus lembur.
kalau setiap hari mungkin pantes diginiin,tapi kalau tidak reguler rasanya lembur jika dibutuhkan ya masih pantas lah, dibayar juga koq.
cerita ini hasil dari sharing pagi ini, dan karena kami bukan frontliner rasanya mendengar "berkas yang kami terima setelah jam 3 kanmi proses besok" ...whatttt....bagaimana jika akhir bulan??? apa ya iya spt itu? apa bener2 sudah best effort sampai jam 3 full kerja? tidak menelpon pribadi, tidak keluar mkn siang more than 1 hour, tidak bbm an, tidak chit chat sepanjang waktu kerja hanya mengetik saja??? bagaimana tuhhh
ditanya malah bilang " memang bapak bayar lembur saya"....huhhhhhhh jitaqqqqq
kalau ini perusahaan 'gue" ya monggo bae
tidak kondusif kalau spt ini ya dan aura negatif gini biasanya menular jadi basmi aura atau mengobati aura???
balik lagi ke kpribadian orang tersebut. kalau masih bisa diperbaiki ayo obati, kalau sudah sekarat lebih baik dikembalikan saja ke vendornya...pusing amat mumpung masih outsource.
kalimat rezeki ga kemana berlaku juga lho...kalo rajin , kalau kinerja bagus...walaupun bukan sebentar menunggu pasti rezeki promosi atau bonus atau pekerjaan yg lebih baik akan kita terima.
lupakan anomali bahwa ada beberapa orang yg ga butuh otak, ga butuh rajin andelannya hanya penampilan atau kemarahan bisa bagus karirnya...itu kan ga semuannya berlaku
sepanjang masih bisa ngasi kontribusi sepanjang memahami mengenenai tujuan bersama pasti semua sadar untuk mengambil porsi atas tanggung jawab pekerjaannya.
kalau mau pulang tanggo kerjain yg cepat, yg smart yang rapih yang teliti yg banyak effortnya...
baru jadi juara