Selasa, 30 April 2013

Turn over tinggi: siapa yang salah??

paling sedih kalau menerima dan mendengar pegawai yang diandalkan berhenti, jadinya berandai-andai yg berhenti si A saja yg nampaknya tidak terlalu perform, kenapa harus B. yup, pertanyaan selalu menari-nari dipikiran dan pegawai yang bisa diandalkan pun datang dan pergi. karena bukan perusahaan sendiri, segala keputusan mengenai salary, promosi tergantung dari manajemen=kantor pusat dan dewa2 diatas sana, meskipun level kita supervisor, pengandaiannya hanya sekedar suara jangkrik di tengah kicauan burung ...kalau ketauan jangkriknya ada dimana dimakan hahahaha. jadi ga usah galau untuk kembali mencari pegawai dan pekerja baru karena diluar sana ribuan bahkan jutaan orang mencari 1 kesempatan yang bisa diberikan oleh kita kepada orang lain. step 1 sebarkan informasi step 2 cari berkas lamaran yang ada dan yg terbengkalai (karena mungkin ada mutiara diantara tumpukan batu koral) step 3 berdoa dulu supaya dapat yg bagus step 4 minta vendor untuk psikotest step 5 wawancara dengan menggali tidak hanya kemampuan bekerjanya tapi juga kepribadiannya dan kecocokan dengan pekerjaan (cek backgroup pendidikan, keluarga, lingkungan, kegiatan sosial) step 6 sign kontrak jika memang sudah cocok kalau seperti ini kan ga jadi jangkrik ditengah burung perkutut ... go search your employee